Reog Diduga Dijiplak Malaysia, Warga Ponorogo Protes


Ponorogo – Ternyata tidak hanya lagu ‘Rasa Sayange‘ yang ditiru Malaysia. Kesenian Reog Ponorogo juga terindikasi ditiru oleh negeri jiran itu. Warga Ponorogo berang dan protes.Menurut warga Ponorogo, Tarian Barongan yang dipamerkan dalam salah satu situs milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang dikenal dengan Tarian Reog asli Ponorogo Jawa Timur. Terhadap hal ini, para tokoh Ponorogo melakukan rapat dan mendesak agar Bupati Ponorogo, Muhadi Suyono, segera mempertanyakan dan mendesak melalui pemerintah pusat agar Malaysia meluruskan hal ini.


Kepada detikcom, Rabu (21/11/2007), sesepuh Reog sekaligus Ketua Paguyuban Reyog “Caroko Mudho”, Sodiq Pristianto, menjelaskan bahwa Tarian Barongan nyata-nyata telah menjiplak Tarian Reog Ponorogo. Untuk diketahui, Tarian Reog merupakan budaya yang muncul saat berdirinya cikal bakal Ponorogo.
“Persis bahkan sama. Yang paling terlihat adalah kedua tarian tersebut sama-sama memiliki ikon utama yaitu topeng dadak merak yaitu topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak. Dadak merak tersebut seharusnya asli budaya dari Ponorogo bukan budaya dari Melayu Malaysia,” papar Sodiq.
Menurut dia, yang membedakan adalah jalan cerita antara Tarian Barongan dan Reog Ponorogo. Alur cerita pada Tarian Barongan yaitu cerita tentang Nabi Sulaiman yang sedang berbicara dengan berbagai binatang di sebuah hutan, termasuk dengan harimau yang di atasnya terdapat burung merak.
Sedangkan pada Reog Ponorogo menceritakan tentang perjalanan Prabu Kluno Siwandono yang berangkat dari Ponorogo menuju Kediri untuk melamar Putri Songgo Langit. Lalu dalam perjalanan dihadang Singo Barong yaitu harimau berhiaskan burung merak.
Sodiq merasa prihatin karena budaya Reog Ponorogo yang telah hidup bertahun-tahun di Ponorogo tiba-tiba diakui dan menjadi milik Malaysia yang dipamerkan dalam berbagai situs milik Malaysia.
“Masyarakat Ponorogo memang tidak begitu memahami tentang teknologi atau kita kalah start dengan promosi. Namun bisa dibuktikan apabila Reog Ponorogo adalah milik asli dan budaya kebanggaan Ponorogo. Kami akan segera melayangkan surat ke pusat berkaitan hal ini. Apabila tidak ditanggapi kami akan melakukan reaksi dengan melakukan unjuk rasa,” kata dia. (bdh/asy)

Waskito Andiyono – detikcom

0 comments:

Poskan Komentar

eits..tinggalin comment dlu yah...
^^
makasi